|✅Personal Branding by MYF

Logo MYF

MYF and Partner

| Konseling | Trainer | Implement | Motivator | Negosiator | Analis | Auditor |
| Supervising | Monitoring | Evaluasi | Pelaporan | Layanan & Kajian |
| Project Manager | HR-GA | COO |

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Bismillah
“Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)

✅ PERSONAL
BRANDING

👁️ Memuat data kunjungan...

Sabtu 28 Juni 2025 bertepatan dengan tanggal 2 Muharram 1447 Hijriyah

Personal branding adalah proses membangun dan mengelola citra diri
seseorang, mirip seperti membangun merek (brand) untuk suatu produk atau perusahaan. Ini melibatkan bagaimana seseorang mempromosikan dirinya, termasuk nilai-nilai, keterampilan, dan kepribadian, agar terlihat menonjol dan diingat oleh orang lain. 
Elaborasi:
Pengertian:
Personal branding adalah proses di mana seseorang menciptakan dan memelihara citra diri yang konsisten dan berkesan di mata orang lain, baik dalam konteks profesional maupun pribadi. Ini juga melibatkan bagaimana seseorang mengelola persepsi orang lain terhadap dirinya melalui berbagai saluran, baik online maupun offline. 
Tujuan:
Tujuan utama personal branding adalah untuk meningkatkan visibilitas diri, membangun kepercayaan, dan menarik peluang baru. Dengan membangun personal branding yang kuat, seseorang dapat menonjol di tengah keramaian dan mendapatkan kesempatan yang lebih baik. 
Cara Membangun:
Membangun personal branding melibatkan beberapa langkah, antara lain:
Memahami diri sendiri: Mengetahui nilai-nilai, keterampilan, dan keunikan diri. 
Membangun visual identity yang konsisten: Memastikan logo, warna, dan gaya visual yang digunakan konsisten. 
Membuat konten yang memberi nilai: Membagikan konten yang bermanfaat dan relevan dengan bidang keahlian. 
Menggunakan media sosial: Memanfaatkan media sosial sebagai platform untuk mempromosikan diri dan membangun jaringan. 
Konsisten dan Evaluasi: Menjaga konsistensi dalam membangun citra diri dan terus melakukan evaluasi untuk perbaikan. 
Manfaat:
Personal branding dapat memberikan berbagai manfaat, seperti:
Menambah visibilitas: Memudahkan orang lain untuk mengenal dan mengingat diri sendiri. 
Membangun kepercayaan: Membuat orang lain lebih percaya pada kemampuan dan kepribadian seseorang. 
Membuka peluang baru: Membantu mendapatkan kesempatan kerja, proyek, atau kerjasama yang lebih baik. 
Memperluas jaringan: Memudahkan untuk bertemu dan membangun hubungan dengan orang-orang yang relevan. 
Contoh:
Contoh personal branding yang sukses antara lain Vina Muliana, seorang influencer karier dan pengembangan diri yang sukses membangun citra dirinya melalui konten di TikTok, kata Vina Muliana. 


Perbedaan Kata dan Arti 
ANTARA MENJEMPUT DAN MENCARI REJEKI, 
DENGAN 
KEWAJIBAN DAN KEBUTUHAN 
DALAM IBADAH SHALAT FARDHU

Assalamu'alaikum Wr Wb

Banyak diantara kita yang suka salah dalam mengartikan antara "Mencari Rejeki" dengan "Menjemput Rejeki", ketika Allah SWT berikan kesempatan kita untuk berkarir, berusaha dalam suatu bidang atau apapun lah nama usahanya.

Terus apa yang sebaiknya dibiasakan??? Mencari atau Menjemput.????

Menurut etika nya sich bisa dilihat dari beberapa sudut pandang dan pemikiran.... 
Apa yang salah jika ....."Mencari Rejeki"...... 
terus apa ini sudah benar jika menjadi ..... "Menjemput Rejeki".

Baiklah mari kita coba kupas satu persatu......
Jika di bilang "Mencari Rejeki" menurut pandangan orang banyak sudah betul itu, karena kalo gak di cari mana datang rejekinya???....

Tapi dari sudut pandang keyaqinan, itu akan jadi beda... Karena kenapa ...?. Karena Allah SWT telah menyiapan Rejeki kita masing masing, jadi yah salah jika kita masih mencari...

kemudian jika kita mantapkkan dengan "Menjemput Rejeki", ini Inshaa Allah lebih elok dan kita tidak merasa "mengenyampingkan tentang keberadaan Allah SWT yang Maha Kaya, karena niat kita sudah pas dengan "Menjemput Rejeki" dan bukan mencari.

Seperti halnya dengan Ibadah Shalat Fardhu, banyak orang bilang itu adalah "kewajiban".... nah kata kata ini yang suka dipelintir oleh orang orang Munafiq dengan mencoba berseloroh: "Kewajiban...berarti masih bisa di langgar toh?"..... Astagghfirullah...."

Coba mainset nya di rubah dari kewajiban menjadikan sebuah kebutuhan, karena pada konsep dasarnya Shalat Fardhu merupakan suatu kebutuhan dan bukan hanya sekedar menunaikan sebuah kewajiban,.... semoga

Wassalamu'alaikum Wr Wb
MYF


Alhamdulillah, kami telah berhasil memuat berita terbaru...

Development and Form Design By: 
MYF and PARTNER

Klik Untuk penjelasan lebih lanjut terkait Module Back Office:
| -INFO SEPUTAR APP BERBASIS WEB (READ MORE) | -MASTER INTERFACE AKUN (READ MORE) | 
| -FINANCE (READ MORE) | -ACCOUNTING (READ MORE) | -LK TAHUN FISKAL AKTUAL (READ MORE)
| App (Software) BackOffice | App Koperasi | App Point Of Sales |

Komentar

MYF AND PARTNER mengatakan…
Nuju milarian nu rada hot line news guys